Tuesday, March 31, 2015

Cellica Perbolehkan Pejabat Kecamatan Berbicara

KARAWANG, RAKA - Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menampik telah melarang pejabat di kecamatan untuk berbicara di media. Ia memberikan kebebasan untuk berbicara asalkan memberikan informasi yang sesuai. 
"Saya tidak melarang, silahkan saja memberikan informasi ke wartawan. Tidak benar kalau saya melarang pejabat kecamatan memberikan informasi ke wartawan," ujar Cellica. 
Bahkan, Cellica memberikan kebebasan berbincara kepada pejabat kecamatan, jika dimintai informasi oleh jurnalis. Yang jelas, informasi yang diberikan itu sesuai dan faktual, sehingga menyuguhkan informasi yang benar. "Saya memberikan kebebasan berbicara, tapi informasi yang benar," urainya. 
Namun yang perlu diperhatikan, kata Cellica, jika menyangkut dengan kebijakan pemerintah daerah, camat harus memberikan informasi kepada kepala seksi di kecamatan. Sehingga tidak ada salah paham antara pemerintah daerah dengan pihak kecamatan. "Camat kan kepanjangan dari pemerintah daerah, ya minimal camat tahu kebijakan pemerintah daerah. Tapi kalau tidak tahu ya tidak tahu, jangan sok tahu," tegasnya.
Karena menurutnya, terkait dengan kebijakan pemerintah daerah itu bukan berdasarkan opini. Melainkan keputusan yang diputuskan oleh pemerintah daerah. "Urusan kebijakan, tidak berdasarkan opini itu malah jadi memperkeruh suasana," katanya. 
Namun, menurutnya, informasi yang beredar tersebut kemungkinan terkait adanya teguran yang diberikan dirinya kepada pejabat kecamatan. Hal itu mengingat sedang dibahasnya kebijakan terkait pelantikan kepala desa. Namun sayang, salah satu kasi di kecamatan tersebut memberikan informasi yang salah di media. 
"Ini terkait dengan pemilihan kepala desa ada kasie di kecamatan dan statmen. Pada saat itu harusnya tanya ke camat, jangan statmen di media beritanya itu belum benar, sehingga komunikasi tidak berjalan baik, kan informasinya jadi salah," tandasnya. 
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Radar Karawang, pejabat kecamatan seperti kepala seksi ketakutan untuk memberikan informasi kepada wartawan. Mereka takut, lantaran hanya camat yang boleh memberikan pernyataan. (vid)

Sumber : Radar-Karawang.com (Written By Mang Raka on Senin, 30 Maret 2015 | 14.00)
5 Muhathbie blog-post : March 2015 KARAWANG, RAKA - Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menampik telah melarang pejabat di kecamatan untuk berbicara di media. Ia member...

Diteriaki Begal, Pria Bertato Nyaris Dibakar Hidup-hidup

CILAMAYA KULON, RAKA- Nahas benar nasib pria asal Dusun Pasar Buah, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Pria bertato dan bergaya punk itu babak belur dihakimi massa di sekitar Bank BRI Jarong, Dusun Jarong Tengah RT 07/03, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, setelah diteriaki begal oleh seorang ABG perempuan asal Dusun Sukamaju, Desa Lemahabang, sekitar pukul 16.00, Minggu (29/3).
Saksi mata Bah Awo mengatakan, kejadian bermula saat anak perempuan ABG yang disebut-sebut asal Sukamaju, Desa Lemahabang, itu main ke Pangkalan Pertamina Gas Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Is, nama bocah ini mengaku dipalak bertahap dari mulai Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu oleh pria bertato di pangkalan tersebut. Wanita yang diperkirakan masih duduk di bangku SMA itu kemudian izin ganti baju, dan pulang seraya menjanjikan hendak mengambil uang yang diminta si pelaku di rumah.
Siasat itu berhasil. Is diberi izin untuk pulang terlebih dahulu. Maka, berjalanlah si perempuan ini dengan pelaku berdua menuju arah Lemahabang. Tepat di Jarong perempuan itu memberi tahu teman-temannya bahwa dia dalam bahaya. Dia pun lantas berteriak sesampainya di Jarong. Teriakan korban didengar para pengendara yang melintas. Spontan saja, pria yang diperkirakan berusia 30 tahunan itu jadi samsak tinju massa yang beringas. Untungnya, lokasi itu jauh dari pangkalan bensin eceran, sebab bukan tak mungkin warga yang kadung emosi bisa saja membakarnya hidup-hidup. Makin lama, massa kian bertambah banyak. Enggan mengambil resiko lebih parah, Bah Awo lantas membawa pria yang diduga mabuk itu ke kantor desa. "Kayaknya si cewek ini memberi tahu temannya, tepat di Jarong berteriak, ya pada dihakimi, itu menurut penuturan saksi utama yang sempat menginterogasi si perempuannya itu," ujarnya.
Sekdes Kiara Tamim Ibnu Ita mengaku tidak tahu menahu kronologinya, karena pelaku yang diduga jambret sudah tergeletak di kantor desa. Ada kejanggalan dalam kasus ini, pasalnya Is dan pelaku mengaku saling kenal meskipun masing-masing tidak tahu namanya. Bahkan ketika diinterogasi, pelaku malah berani sumpah tidak menjambret perempuan yang disebutnya asal Telagasari itu. Tamim berharap, apapun kronologinya, hendaknya kejadian ini menjadi pelajaran bagi kawula muda. Selain memunculkan efek jera, juga massa agar tidak main hakim sendiri. "Kalau kejadian bermulanya saya juga gak tahu, karena tahu-tahu sudah tumplek warga dan jalanan juga macet. Pelaku sudah tergeletak di desa," ungkapnya. (rud)

Sumber :Radar-karawang.com (Written By Mang Raka on Senin, 30 Maret 2015 | 12.30)
5 Muhathbie blog-post : March 2015 CILAMAYA KULON, RAKA- Nahas benar nasib pria asal Dusun Pasar Buah, Desa Cilamaya,  Kecamatan Cilamaya Wetan. Pria bertato dan bergaya punk...
< >
Muhammad Luthfi. Powered by Blogger.