CILAMAYA KULON, RAKA- Nahas benar nasib pria asal Dusun Pasar Buah, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Pria bertato dan bergaya punk itu babak belur dihakimi massa di sekitar Bank BRI Jarong, Dusun Jarong Tengah RT 07/03, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, setelah diteriaki begal oleh seorang ABG perempuan asal Dusun Sukamaju, Desa Lemahabang, sekitar pukul 16.00, Minggu (29/3).Saksi mata Bah Awo mengatakan, kejadian bermula saat anak perempuan ABG yang disebut-sebut asal Sukamaju, Desa Lemahabang, itu main ke Pangkalan Pertamina Gas Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Is, nama bocah ini mengaku dipalak bertahap dari mulai Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu oleh pria bertato di pangkalan tersebut. Wanita yang diperkirakan masih duduk di bangku SMA itu kemudian izin ganti baju, dan pulang seraya menjanjikan hendak mengambil uang yang diminta si pelaku di rumah.
Siasat itu berhasil. Is diberi izin untuk pulang terlebih dahulu. Maka, berjalanlah si perempuan ini dengan pelaku berdua menuju arah Lemahabang. Tepat di Jarong perempuan itu memberi tahu teman-temannya bahwa dia dalam bahaya. Dia pun lantas berteriak sesampainya di Jarong. Teriakan korban didengar para pengendara yang melintas. Spontan saja, pria yang diperkirakan berusia 30 tahunan itu jadi samsak tinju massa yang beringas. Untungnya, lokasi itu jauh dari pangkalan bensin eceran, sebab bukan tak mungkin warga yang kadung emosi bisa saja membakarnya hidup-hidup. Makin lama, massa kian bertambah banyak. Enggan mengambil resiko lebih parah, Bah Awo lantas membawa pria yang diduga mabuk itu ke kantor desa. "Kayaknya si cewek ini memberi tahu temannya, tepat di Jarong berteriak, ya pada dihakimi, itu menurut penuturan saksi utama yang sempat menginterogasi si perempuannya itu," ujarnya.
Sekdes Kiara Tamim Ibnu Ita mengaku tidak tahu menahu kronologinya, karena pelaku yang diduga jambret sudah tergeletak di kantor desa. Ada kejanggalan dalam kasus ini, pasalnya Is dan pelaku mengaku saling kenal meskipun masing-masing tidak tahu namanya. Bahkan ketika diinterogasi, pelaku malah berani sumpah tidak menjambret perempuan yang disebutnya asal Telagasari itu. Tamim berharap, apapun kronologinya, hendaknya kejadian ini menjadi pelajaran bagi kawula muda. Selain memunculkan efek jera, juga massa agar tidak main hakim sendiri. "Kalau kejadian bermulanya saya juga gak tahu, karena tahu-tahu sudah tumplek warga dan jalanan juga macet. Pelaku sudah tergeletak di desa," ungkapnya. (rud)
Sumber :Radar-karawang.com (Written By Mang Raka on Senin, 30 Maret 2015 | 12.30)
No comments:
Post a Comment